Guruku

Bukan karena perkembangan zaman yang pesat. Bukan karena teknologi yang semakin canggih. Bukan karena gaya hidup. Bukan karena pra atau pasca sarjana. Bukan karena ingin jadi manusia di antara manusia. Bukan karena ingin jadi yang paling tahu diantara yang kurang tahu. Bukan karena mengejar tokoh. Apalagi jodoh.

Menuntut ilmu itu harus. Wajib. Bukan karena apa- apa atau siapa. Tapi karena ilmu itu harus dicari!

Akan sayang sekali jika kita memakan semua ilmu dari buku tanpa disertai seorang guru yang membimbing. Guru yang bukan menyalahkan atau meluruskan. Tapi guru yang menjadi partner berbagi dalam perjalanan ilmu ini.

Kalaulah tugas guru benar muthlak hanya meluruskan. kita mati sampai di sana saja. Kita yang ingin belajar dan belajar. Kita yang menjadi bagian dari manusia “berpikiran maju”. Kita sebagai pelajar. Kita sebagai mahasiswa. Atau kita sebagai yang lainnya.

Kalaulah tugas guru muthlak hanya meluruskan saja. Cukup di sana pengetahuan kita. Buntu. Nanti jadinya manusia “berpikiran maju” yang “berintelek tradisional”. Sekali lagi. Guru adalah partner.

Guru adalah partner. Partner yang harus kita hargai setiap ilmunya. Partner yang harus kita harga waktunya. Partner yang harus kita hargai segala jasanya. Bahkan saat kau menganggap partner mu itu salah. Kau jangan menyakitinya. Jangan melukainya dengan lembut. Jangan mencemoohnya. Hadapi dengan diskusi. Bukan karena luhur pribadi tapi karena partner harus berbagi.

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hati di Februari

PhotoGrid_1455721104692

 

Selamat malam gaesss.. Mungkin karena aku tadi tadi tidur siang jadi yaa effect nya kaya gini, susah tidur. Padahal tidur diatas jam 11 malam itu merusak pencernaan lho. Yes, I know. Tapi apa buat, mata tak lagi bersahabat. Ribuan kali aku meminta untuk memejamkan mata ini, yang ada pusing. Pusing dipaksakan. Hehe. Daripada bengong bak omong kosong mending kita merenung gaess. Merenung lewat kata seadanya.

 

Hai hati.. Kau terperangkap di Februari. Menuai rasa yang tak bisa kendalikan diri. Kau tertipu. Kau terjebak. Kau tenggelam. Kau enggan menerima apa yang harus kau yakini.

Hai hati.. Meski Februari penuh LGBT yang sebagian orang menyebutnya fakta sosial harus dilindungi atas HAM tak terakui. Meski Februari telah goyah oleh kopi sianida yang masih kata sebagian itu rencana Jessica menghabisi nyawa orang. Meski Februari banyak berita entah itu benar atau salah, kemanakah engkau hati?

Hati, Allah selalu menyayangimu, bahkan di luar Februari..

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Paradigma Ilmu

IMG-20140624-01099

Saat langit mendung, bolehlah saya merenung..
Saat hari menyepi, bolehlah saya menyendiri..
Siang ini harusnya saya mengikuti pemadatan bahasa arab di kampus, tapi karena langit mendung disertai kilat yang akhirnya hujan saya putuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah, hujannya terhenti. Untuk menghilangkan sedikit penyesalan saya karena telah pulang duluan, biarlah saya menulis tetang sesuatu disini.
Setelah mata kuliah ulumul hadits selesai, dilanjut dengan mata kuliah ushul fiqih. Untuk mata kuliah ini saya sudah tidak asing, karena sudah 6 tahun saya belajar itu di pesantren. Tapi kali ini berbeda, ushul fiqih ini berbeda. Bukan kaidah- kaidahnya yang berbeda, hanya sepertinya ushul fiqih kali ini memiliki magnet besar untuk saya sukai. Bagaimana tidak, dosennya lain daripada yang lain. Dosen ushul fiqih saya ini sedikit “gila” pemikirannya, menyegarkan, juga bikin saya pusing. Hanya di pelajaran ini saya suka lengkap catatannya dan tidak pernah nyontek teman 
Pada hari ini sang dosen kurang lebihnya berbagi bahwa kelemahan kita sebagai seorang muslim dalam mencari ilmu itu tidak mau menerima kalau ilmu itu datangnya dari non muslim. Ilmu itu tidak seperti musik, bukan masalah suka atau tidak suka. Tapi ilmu itu rasional. Ketika ada dosen yang menyampaikan “Imam Al- Ghozali berkata bla bla bla……” sang mahasiswa type ini pasti langsung menerima, tak peduli apakah itu bohong atau tidak, apakah itu dari kitab atau tidak. Berbeda lagi ketika dosen menyampaikan “Karl Max berkata bla bla bla……” sang mahasiswa ini pasti akan terlebih dahulu membentenginya dengan rasa kurang suka terhadap orang non muslim.
Percayalah, qiyasnya Imam Syafi’i itu adalah analoginya Aristoteles, ilatnya Imam Syafi’i itu adalah premis mayornya Aristoteles, ma’mulnya Imam Syafi’i itu adalah premis minornya Aristoteles, ma’mul bihnya Imam Syafi’i itu adalah konkulsinya Aristoteles. Aristoteles hidup jauh lebih dahulu daripada Imam Syafi’i. Meskipun Imam Syafi’i tidak pernah menyatakan beliau mengutip dari Aristoteles.
Kembali ke awal, dan ingat ilmu itu maknanya tidak sempit. Tidak hanya dengan kita duduk di kelas, memperhatikan dosen terus mencatatnya. Ilmu itu luas. Kita meneliti pekerjaan seorang tukang becayang mana ia kerja dari pagi sampai malam di bawah terik sinar matahari, bertahan diantara hujan dan angin, yang penghasilannya 200 ribu. Bandingkan dengan PNS yang kerjanya hanya duduk di kursi main facebook-an, difasilitasi ruangan enak dan segala macamnya, yang penghasilannya jutaan. Kita teliti 2 profesi tersebut lalu ambil kesimpulannya, itu pun bisa disebut ilmu.
Sebenarnya dosennya menyampaikan hal banyak saudara, cuma hanya baru itu saja yang bisa saya sampaikan. Di lain waktu dan kesempatan, saya akan menyampakannya lagi, insyaallah 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Perasaan

Disela- sela tugas kuliahku yang menumpuk, disela- sela buku politik ku yang tertidur menunggu, sedikit aku ingin berbicara tentang perasaan..
Apa itu perasaan? Ada perasaan benci, senang, sedih, kesal, kecewa juga cinta. Namun kenapa perasan itu seringkali tertuju pada sesuatu yang bernama cinta. Bukankah cinta itu bagian dari perasan yang sama halnya akan benci, senang, sedih, kesal juga kecewa? Tapi kenapa cinta selalu menempati posisi istimewa?
Perasaan cinta..
Sudah belasan tahun aku membahasnya, namun selalu tak pernah bosan. Bukan karena aku sering jatuh cinta, bukan karena aku ditemukan dengan ribuan laki- laki yang membuatku mabuk kepayang. Tapi karena misterinya yang selalu membuatku bertanya- tanya karena penasaran..
Kawan, umurku sudah dua puluh tahun. Namun, aku masih belum pandai juga mengendalikan urusan perasaan yang satu ini. Aku selalu ingin tahu menahu, tentang rasa yang kurasa. Tentang maya bercampur fakta. Tentang imaginasi juga halusinasi. Sungguh, aku selalu dibingungkan dengan yang namanya perasaan ini..
Aku baca buku novel karya Tere Liye yang bertemakan perasaan. Baca lagi, kemudian baca lagi. Selalu aku terkagum- kagum dengan penemuan- penemuan sederhananya tentang sebuah perasaan. Tapi itu novel beliau, entah cerita siapa, bukan ceritaku.. Dan akhirnya perasaanku masih juga belum terjawab dengan ribuan lembaran buku mana pun..
Perasaan cinta..
Hati mana yang tak kau bingungkan? Resah gundah gulana, membuat diam seribu bahasa, serasa tersiksa namun karena apa? Jiwa mana yang tak kau renggut ketenangannya? Kau mencuri sepotong hatiku, membiarkanku termangu di jalan yang buntu. Malam mana yang tak menyisakan rasa sakit? Tersakiti sendiri, merasa lemah tak berdaya dan entah kapan sakit ini berlalu..
Perasaan cinta..
Adalah bagian dari hidupku. Keindahan adalah bagiannya. Pun kebingungan menjadi bagiannya. Tanpa sebuah perasaan, aku tak akan lahir ke bumi ini. Tanpa perasaan, aku tak akan dapat menggoreskan kata- kata ini..
Perasaan cinta..
Biarlah, hatiku sendiri yang menemukan jawaban semua kebingunganku ini, suatu hari nanti..

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Sendiri

Karena ngantuk yang tak berujung tidur, daripada aku bengong tidak berkarya apa- apa, lebih baik aku hibur jiwa raga yang lelah ini dengan sebuah tulisan. Tulisan ungkapan hati.
1 menit yang lalu adalah masa lalu,
1 jam yang lalu adalah masa lalu,
Malam tadi adalah masa lalu,
Pun 1 hari yang lalu adalah masa lalu,
Apalagi satu bulan yang lalu..
Kemarin dan kemarinnya lagi, aku merasa tak sendiri,
Selalu ada, ya selalu ada yang menemani..
Kebaikannya, ketulusannya, kecemasannya,
Semuanya telah lama menjadi terbiasa ada di hidupku..
Dan oh aku bisa apa,
Kemarin hanyalah kemarin..
Ini hanya masalah perasaan..
Bagaimana kau merasa terhanyut dalam sesuatu yang janggal,
Bagaimana kau merasa terbuai dalam sesuatu yang fatamorgana..
Bagaimana kau tertawa, kemudian menangis..
Detik ini, saat ini, sore ini, diantara langit mendung yang tampak ragu- ragu menjatuhkan air hujannya..
Siapalah dia.. hanya aku sendiri saat ini..
Sekali lagi oh Tuhan ini hanyalah masalah perasaan..
Bagaimana kau menahan rasa sakitnya bersabar itu,
Bagaimana kau mencoba ikhlash untuk semuanya,
Bagaimana kau belajar untuk menyimpan sebuah rasa yang memiliki waktunya sendiri..
Namun, tanpa melupakan semua itu..
Aku senang, karena aku merasa nyaman dengan kesendirian ini..
Kesendirian yang menyeretku untuk semakin mendekati- Nya,
Hanya mendekati-Nya saja..
Kesendirian yang hanya perlu kesabaran,
Tak usah menghapus sesuatu, tak usah melebur sesuatu..
Hanya perlu menyimpannya, hanya perlu mengendalikanya..
Dan akan terbebas ketika tiba waktunya,
Ketika berakhir kesendirian ini..

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

U.S. Tech should worry even more about the Snowden effect

helloo

Eideard

Edward Snowden speaks to a European Council parliamentary hearing

U.S. technology companies have a lot to fear from the fallout over the widespread spying by the National Security Agency. Corporate customers ripping out their products from data centers around the world isn’t one of them.

The real threat? Projects just getting off the ground. A $185-million submarine data cable that Brazil is building to Europe – which the country says can be built without U.S. technologies – offers one example, which we reported on today.

The cable illustrates a bigger problem facing Silicon Valley and the rest of the U.S. tech industry: Emerging markets are spending more on information technology and taking a bigger share of the global market, as growth rates from developed countries are slowing down.

If the Brazil-to-Europe cable is built as planned, and U.S. tech firms are passed over in favor of European, Asian or local…

Lihat pos aslinya 181 kata lagi

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kenangan Pilpres 2014

Kenangan Pilpres 2104
Saya selalu menganggap di setiap moment, di setiap waktu, di setiap harinya bahkan tahun pasti ada kenangan. Kenangan sekecil apa pun. Dan di pilpres tahun ini saya punya kenangan, kenangan kecil yang akan saya goreskan berikut:
Pilpres tahun ini membuatku berdikusi kembali bersama teman setelah 1 tahun lama tak berdiskusi tentang politik..
Pilpres tahun ini membuatku datang ke TPS daerah untuk menyoblos diantar bapak jalan kaki dari rumah..
Pilpres tahun ini membuatku punya banyak baju gambar pak JokowiJokowi..
Pipres tahun ini membuatku tahu sedikitnya siapa Pak Prabowo dan siapa Pak Jokowi..
Pipres tahun ini membuatku di-judge “kamu dukung orang Kafir?”
Pilpres tahun ini membuatku disudutkan sebagai seorang muslimah yang berhijab..
Pilpres tahun ini membuatku dianggap menjadi satu titik hitam diantara ribuan titik putih..
Pipres tahun ini membuatku faham bahwa perbedaan itu pasti ada namun bukan menjadi alasan untuk tak bersatu..
Pilpres tahun ini membuatku nonton acara debat capres- cawapres untuk pertama kalinya dalam hidupku..
Pilpres tahun ini membuatku tahu sedikitnya sejarah peci Bung Karno lewat TVONE
Pilpres tahun ini membuatku berkenalan dengan ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva lewat dunia bacaan..
Pilpres tahun ini membuatku menggunakan hak pilih nyoblos presiden untuk pertama kalinya dalam hidupku..
Indonesia adalah panggung untuk rakyat jelata sampai elite politik nya..
Pak Prabowo dan Pak Jokowi adalah peran utamanya di tahun ini..
Saya, kamu, dia juga mereka apakah hanya penonton saja??
TIDAK!!! Saya adalah pelaku sejarah bangsa ini, pelaku sejarah pilpres tahun ini..
Kekalahan Pak Prabowo juga ditentukan oleh suara pilih saya, meskipun hanya satu suara..
Pun kemenangan Pak Jokowi juga ditentukan oleh suara pilih saya, meskipun hanya satu suara..

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kehilangan

images

Hai kawan semua, kali ini aku mau bercerita tentang sesuatu yang menyebalkan..
ok, kita mulai..
Ceritanya sore itu aku lagi nginstall aplikasi- aplikasi buat buka video.. Lumayan lama dan lumayan bikin pusing setengah sore.. Adzan menggema, aku masih terus main lappy, “bentar lagi” bisik dalam hati. Bentar lagi dan terus bentar lagi, hatiku amburadul, seperti lapangan sepakbola yang ada 2 klub yang sedang beradu, yang satunya bilang “bentar lagi, bentar lagi koq” dan yang satunya lagi bilang “sholat miftah”.. Sepertinya aku menuhankan mesin ini, dan aku pun lumayan mengendor- ngendor waktu sholat ashar saat itu..
Akhirnya nurani ku membenarkan kebenaran itu, yah walau telat datangnya. Akhirnya aku beranjak dengan ingin me-disconnect-an modemku, tapi entahlah tiba- tiba saat itu menjadi susah. Modemku susah dibuka, susah dieject. Aku kesal, yah aku cabut saja modemnya tanpa dieject dulu. Aku sholat, habis sholat kembali lagi ke lappyku, dan kau tahu apa yang terjadi saat aku memasukkan modemnya? Oh ya Alloh gak bisa masuk malah ada tulisan “cannot acces serial port” haduh kacau balau. Padahal aku masih ingin download banyak. Dan dari situ aku berfikir, bukan mustahil, memang bukan mustahil, itu terjadi karena tadi aku melalaikan sholat. Ingat Alloh itu selalu berperan, ambil bagian. Saat itu aku benar- benar menyesal.. aku jadi ingat kata- kata si bapak tukang beca dekat rumahku yang sempat mengantarkanku ke pesantren. Saat itu waktu dzuhur, aku harus segera pulang tapi tidak ada satu pun tukang beca yang menampakkan batang hidungnya. Dengan melihat tingkahku yang seperti menunggu lama, tiba- tiba si bapak yang ada diwarung menghampiriku lalu memanggil nama seseorang ke arah masjid. Sepertinya bapak itu memanggil abang tukang beca. Lama memaggil namun abang tukang beca belum ada juga. Lumayan lama aku menunggu kehadiran abang tukang beca itu, hingga akhirnya beliau muncul dari pintu masjid.
Aku langsung naik becanya, kemudian abang tukang beca itu memintaa maaf kepadaku karena membuat menunggu lama. Dan ada ucapannya yang akan selalu kuingat sampai aku punya cucu, kata beliau kalau mengejar dunia itu tidak akan ada ujungnya. Makanya kalau tiba waktu sholat yah sholat. Tidak usah takut kehilangan penumpang, toh ibadah lebih penting! Subhanalloh aqidahnya luar biasa. Coba kalau semua sopir angkot dan tukag beca begitu, hehe..
Dan kata- kata abang tukang beca itu menegurku petang itu juga. I know, it’s my fault.
Aku tidak mau diperbudak kegalauan. Akhirnya kumatikan lappy-ku dan berharap esok hari bisa baik kembali.
Esok harinya ak lihat lagi, oh oh ternyata masih gak bisa. Sepertinya aku memang tidak bisa. Yasudah aku hubungi beberapa orang, menanyakan tentang masalahku ini. Rata- rata pada jawab kalau modem smartfren gak tahu, hemm. Dan ada satu harapanku, ustadz Uan, guru tsanawiyahku. Beliau mau membantuku. Siang hari itu juga aku bersama temanku segera menuju rumahnya. Konsultasi tentang lappy atau entah modemku. Setelah di kontrol sama ustadz ternyata ini yang salah bukan modemnya tapi lappy-nya. Huh, alhamdulillah gak jadi beli modemnya. Tahu kan harg modem berapa? Bukan 5 atau 10 ribuan. Ratusan bray.. karena harus diinstall lappynya, yasudah aku tinggal lappy-nya di rumah ustadz. Aku yakin bisa selesai dalam waktu 3 jam juga, yah minimalnya 2 jam-an. Tapi kata ustadz lappy-nya mau dipinjam semalam, yah ok Cuma semalam.
Besok harinya.. pagi- pagi sekali aku bersiap- siap untuk pergi menjemput lappy-ku, aku sudah tidak sabar ingin menyentuhnya. Sesampai di rumah ustadz, beliau lagi tidur, jadi istrinya yang mengambilkan lappy. Sebagai tanda terimakasih, aku beri ustadz sesuatu yang aku yakin beliau menyukainya. Dengan tersenyum kepada istri ustadz, aku mengambil lappy-ku. Oh my lappy! You are my hope. Hehe..
Sesampai di asrama, aku chek lappy-ku. Yah namanya diinstall pasti bakalan pada hilang. Qur’an digital, Picasa, Instagram, Softonic, dan aplikasi lainnya yang pernah aku download hilang. Tapi pasti ada pengganti, iyah walaupun aku kehilangan aplikasi yang dulu aku download, sekarang aku dapatkan aplikasi barunya yang dulu aku ingin download tapi gak bisa. Alhamdulillah.. kemudian aku ingin membuka data- data ku.. pas aku buka, oh My Lappy. Semuanya tidak ada! TIDAK ADA! Aku shock, secara semua data- data itu jumlahnya banyak, banyak sekali. Aku tanyakan lagi kepada ustadz dimana data- dataku lewat chat di hp, dan jawaban beliau sungguh membuat hatiku hancur lebur. Kata beliau kirain miftah udah mindahin data- datanya, kan tadi disuruh sama ustadz. Oh ya ampun, berati kemarin aku salah faham. Aku malah mindahin dari data D ke E doank, padahal maksud ustadz semua data itu pindahin ke D atau E. Aku kehilangan photo, tulisan, musik, film, video, dan data lainnya. Aku kehilangan semuanya. Aku lemas.. kehilangan itu benar- benar sakit.
I know it’s my wrong. Dan hikmahnya: pertama, aku harus ingat waktu. Waktunya sholat yah sholat. Sholat kan gak nyampe satu jam. Tapi kalau ngejar dunia gak bakalan ada ujungnya. Kedua, aku sekarang tahu kalau mau nyimpan data itu jangan di dokumen tapi di Local. Hehe. Mungkin, ah tidak mungkin, tapi pasti, pasti ini yang terbaik!

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Rasanya Kehilangan itu…

Hai kawan semua, kali ini saya mau bercerita tentang sesuatu yang menyebalkan..
ok, ita mulai..
Ceritanya sore itu aku lagi nginstall aplikasi- aplikasi buat buka video.. Lumayan lama dan lumayan bikin pusing setengah sore.. Adzan menggema, aku masih terus main lappy, “bentar lagi” bisik dalam hati. bentar lagi dan terus bentar lagi, hatiku amburadul, seperti lapangan sepakbola yang ada 2 klub yang sedang beradu, yang satunya bilang “bentar lagi, bentar lagi koq” dan yang satunya lagi bilang “sholat miftah”.. Sepertinya aku menuhankan mesin ini, dan aku pun lumayan mengendor- ngendor waktu sholat maghrib saat itu..
Akhirnya nurani ku membenarkan kebenaran itu, walau telat datangnya kesadaran itu. Akhirnya aku beranjak dengan ingin me-disconnect-an modemku, tapi entahlah tiba- tiba saat itu menjadi susah.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

30 Maret 2014@22:23

Kawanku, entah kenapa hari ini amat terasa berat. Pagi yang membingungankan, siang yang membakar, dan malam yang menggerogoti bathinku. Semua tahu tak selamanya hidup kita indah, selalu tersenyum, dan merasa bahagia. Tapi tak semua tahu apa yang membuatku merasa tersiksa.
Andakah yang benar atau dirinya? Andakah yang keliru atau dirinya? Oh Tuhan mengapa saya hidup berada diantara kalian.. mungkin hanya aku yang salah memahami dan bertindak hingga langit terbelah..
Tak mungkin ada 2 matahari dalam satu langit. Tapi jiwa anda dan dirinya, eksistensi anda dan dirinya bukan muthlak benar atau salah hanya karena paradigma saya.. karena saya hanya jadi pendengar, hanya jadi penonton saja.. yang bodoh karena kebodohan sendiri..
Kawanku, saat engkau merasa berada di simpang perjalanan. Semuanya sama terlihat mulus dari awal, tapi tak pernah tahu jalan mana yang akan menunjukan kepada yang benar. Saat engkau merasa berada di tengah lautan, akan tenggelam, merasa sudah tidak tahan lagi..
Iya, saya faham hidup bukan untuk menangis apalagi meratapi. Tapi tangisan menjadi sebuah keniscayaan takdir, kesedihan menjadi sebuah keniscayaan di pertapaan hati. Kapan saya bisa lari dari keniscayaan yang memang sudah pasti?
Lalu saya becermin pada bayangan yang tidak ada namun ada. Dia memberi saya petuah bahwa ada cara bagaimana mengatasi itu semua, yaitu tergantung bagaimana luasnya hatimu, bagaimana sucinya keikhlasanmu, dan bagaimana besarnya niatmu untuk berusaha merubahnya.
Rasa sedih, terluka, tersiksa memang adalah sebuah keniscayaan tapi bukan untuk dijadikan majikan hidup. Ingat, mungkin Alloh menakdirkan kita untuk kalah, tapi Alloh tidak pernah menakdirkan kita untuk menyerah.
Because no forever broken heart will make you be down..

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Dr. Tiar Ramon, SH., MH

Advokat - Pengacara - Konsultan Hukum dan Dosen

Jatimurah's Blog

Jatimmurah.com... Berbagi Ilmu... Berbagi Cerita...

milahidayah

Anugerah pancaran Cahaya Ilahi

Kajian Agama Islam

Mewujudkan Islam Sebagai Rahmatan Lil 'Alamin

Parisuby's Blog

Just another WordPress.com site

Pembicara Dahsyat

Speaking For a Better World

Tokoh Sufi

Kumpulan biografi para nabi, sahabat nabi, dan orang suci

Belajar Sunnah

Berilmu Sebelum Berkata dan Beramal

budieagung

Just another WordPress.com site

Miftah el Jannatul Firdausy Khanna Pamungkas Soekarnoputri

Kuletakkan hukum disetiap langkahku,kuletakkan cinta disetiap detakan jantungku..

sironputra

A fine WordPress.com site

adimoch site

the travel blog

Ray Ferrer - Emotion on Canvas

** OFFICIAL Site of Artist Ray Ferrer **

She's a Maineiac

just another plaid-wearin' java-sippin' girl

The Philosophunculist

The internet web log of Michael Cedarwood. I used to be a stripper. Now I'm a writer.

La poesia porta lontano - Poetry goes far away

Marco Vasselli's blog from 2006 - Powered by Sabina , Laura Forgia , Ludovica Caramis , Francesca Fichera, Eleonora Cortini, Carlo Gori , Alexis Ghidoni , Anna Guarraia, Giusy Brescianini, Miky Iris ♥ Decimo anno ♥

q8concierge

Non-touristic things to see

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.